Tuesday, August 11, 2020

Pembelajaran Online ditengah COVID-19

Belajar di Rumah karena Corona COVID-19, Efektifkah?  - Tirto.ID


 Pembelajaran Online ditengan COVID-19

Pandemi Covid-19 pengungsi masyarakat mendefinisikan dunia makna hidup, tujuan pembelajaran dan hakikat kemanusiaan. Jika selama ini manusia-manusia dipaksa hidup dalam situasi serba cepat, pekerjaan tanpa henti, dan kejaran target pertumbuhan ekonomi dalam sistem kompetisi. Namun, virus persebaran Corona (Covid-19) yang menjadi krisis besar manusia modern, berangkat dari pusaran, serta melihat kembali kehidupan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti yang sebenarnya. Manusia dipaksa 'berhenti' dari rutinitasnya, untuk memaknai apa yang sebenarnya dicari dari kehidupan.

Indonesia punya tantangan besar dalam penanganan Covid-19. Dari semua aspek yang menjadi tantangan saat ini, saya konsentrasi pada aspek pendidikan, yang esensial untuk didiskusikan. Aspek pendidikan menjadi inspiratif penulis, karena telah berpuluh tahun bergelut di bidang ini sebagai peneliti, sehingga kebijakan tersebut.

Kebijakan jarak sosial, atau di Indonesia lebih diperkenalkan sebagai jarak fisik untuk meminimalisir persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini diupayakan untuk laju persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Model Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran yang berani dan disusul peniadaan Ujian Nasional untuk tahun ini.

Tantangan Pembelajaran 
Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, kami siapkan untuk melihat bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, hingga pendidikan di tengah krisis Covid-19. Perubahan itu harus kita siapkan, sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.

Semua negara terdampak telah berupaya menjadikan kebijakan yang terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi sekolah di kota besar dan daerah antara (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, ( 4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran yang berani yang belum terpisahkan.

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran dari rumah, dengan penggunaan teknologi informasi yang tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada di dalam rumah. Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran yang berani yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten / kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.

sumber: www.kemdikbud.go.id

No comments:

Post a Comment

Pendidikan Indonesia Sudah Merata Namun Kualitas Tidak Meningkat

  Pendidikan Indonesia Sudah Merata Namun Kualitas Tidak Meningkat   Indonesia sama seperti banyak negara berkembang lainnya sudah berhasil ...