Tipe Peserta Online

1. Tipe Semangat
Peserta ini sejak awal sudah memiliki niat yang kuat. Semua amunisi yang diperlukan. Ponsel dengan file memori yang sudah dikhususkan untuk belajar ditulis secara online. Jadi tidak ada lagi namanya memory full. Semua game di uninstall, semua aplikasi di unsinstall, kecuali yang dibutuhkan. Kuota internet selalu penuh. Tidak miskin kuota walaupun harus puasa daud setiap hari. Yang penting menjadi penulis dan belajar dari para ahlinya penulis yang sukses tanpa kenal lelah dan tanpa banyak alasan.
2. Tipe Ingin berhubungan
Peserta yang seperti ini biasanya mengeluhkan waktu yang tidak menyebutkan, menyebutkan kesibukan kurang hidupnya, kekurangan yang dimilikinya, pokoknya semua yang-yang-ada pada dirinya yang meminta kasih. Sekalipun demikian, ratusan orang tidak mudah lho, apalagi secara online. Guru saja yang mengajar secara offline selalu dapat kabar kabar belakangan ternyata ternyata muridnya tidak ada kabar. Apalagi yang online tidak terlihat mata, hanya ALLAH yang tahu peserta lagi ngumpet dimana, dan apa yang terjadi. Jadi berusalah untuk menyesuaikan diri, bukankah yang ingin belajar itu Anda, cobalah cobalah Anda yang mengerti TIM Pengajar.
3. Tipe BOS
Peserta ini ibarat tamu yang diundang ke kelas menulis. Kemudian Tuan rumah mempersilahkan jam belajar pukul sekian dan istirahat pukul sekian. Lalu parkiran ada di sebelah kanan depan. Namanya suka, tidak ada tuan rumah memberikan aturan selalu dibilang hubungan ini dan itu. Sudah menjudge belajar online pasti tidak efisien. Sekalipun belajar offline pun apa bisa efisien? Karena perbedaan tempat peserta, kesibukan pekerjaan, kuliah bahkan rumah semuanya berbeda-beda. Jadi cobalah Anda yang mentertibkan hawa nafsu Anda sendiri. Jadilah tamu yang menyenangkan tanpa harus mengacak-ngacak isi rumah orang. Anda adalah seseorang yang mau belajar, mau menerima aturan, jadi jangan bikin aturan dalam peraturan.Tetap tenang!
4. Tipe Sengsara
Peserta ini semangatnya, bahkan bisa luar biasa. Tetapi hidupnya lah yang bikin sengsara. Pertama, sinyal Fakir karena provider yang sering PHP “Pemberi Harapan Palsu”. Sinyal sering pergi dan hilang sesuka hati tanpa permisi. Kedua, Fakir handphone karena handphone yang dipakainya masih jadul dan memorynya selalu full. Buat dempul belum ada uang terkumpul. Ketiga, fakir kuota karena hidupnya selalu sepi notif. Keh pulsaabisan buat pengaturan kuota internet. Sering cari wifi ditengah-tengah keberadaannya. Untuk tipe ini sebaiknya survive lah, hidup penuh banyak perjuangan. Keluar dari Zona Aman, cari tantangan untuk menggapai impian. Tetap semangat!
5. Tipe Jelangkung
Peserta sering datang ga diundang dan pergi ke ga diantar (hihihi bukan itu ya), jelangkung disini keberadaannya sesuka hatinya. Kadang-kadang tipe jelangkung ini banyak nggak nyambungnya. Semua info tertinggal bahkan sering kurang update. Jadi, tobatlah. Segera berbaur dengan warga lainnya dengan tertib pada waktu kelas dan jam-jam tertentu yang telah disepakati.
6. Tipe pendiam
Peserta yang keberadaannya ada, hanya menyimak saja, tidak berinteraktif. Ada yang semua peraturan ditaati, tugas dikerjakan, sampai terakhir jadi peserta yang loyalitas. Atau ada juga yang peserta hanya diam saja, tidak ada notif, tidak mengerjakan tugas, hingga akhirnya akan dikeluarkan oleh alam baik milih kiri atau dikeluarkan karena titik habis.
7. Tipe Super Sibuk
Peserta disini, selalu bilang dialah manusia paling sibuk sedunia. Jam terbangnya melebihi penulis terkenal sekalipun. Lalu masih adakah waktu untuk belajar menulis? Jika semua waktu telah habis, alternatifnya adalah belajar offline. Itupun lebih banyak yang harus dikorbankan lho. Dari waktu aktual, waktu perjalanan sampai jam acara kepenulisan, hingga waktu perjalanan pulang. Tuh kan ribet. Jadi mau belajar offline atau online? Hidup adalah pilihan.
Sumber: www.ernawatililys.com
No comments:
Post a Comment